• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kementan Perkuat Investasi Peternakan Terintegrasi di Kalimantan Tengah, Target 200 Ribu Sapi

17 Februari 2026
in Ekonomi
0
Kementan Perkuat Investasi Peternakan Terintegrasi di Kalimantan Tengah, Target 200 Ribu Sapi
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta — Kementerian Pertanian memperkuat pengembangan investasi peternakan sapi skala besar di Kalimantan Tengah dengan target populasi mencapai 200 ribu ekor dalam satu ekosistem usaha terintegrasi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional mempercepat swasembada daging dan susu sekaligus membangun sentra peternakan modern berbasis kemitraan.

Program ini merupakan bagian dari agenda jangka panjang pemerintah dalam memperkuat kedaulatan protein hewani menuju Indonesia Emas 2045.

Pengembangan kawasan difokuskan di peternakan terpadu di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, sebagai sentra peternakan sapi terintegrasi skala besar yang dikembangkan di lahan seluas sekitar 40.006 hektare dengan populasi awal ±1.000 ekor sapi dan target pengembangan hingga 100.000–200.000 indukan produktif.

Konsep industri sapi terpadu (Integrated Cattle Industry) dijalankan dengan menggabungkan sapi potong, sapi perah, serta industri pengolahan dalam satu kawasan. Model ini diperkuat dengan integrated farming sapi–kelapa sawit, di mana penggembalaan dilakukan di area perkebunan untuk efisiensi pakan sekaligus menghasilkan pupuk organik, sehingga meningkatkan nilai tambah dan keberlanjutan usaha.

Pengembangan dilakukan dengan sistem penggembalaan modern berbasis penelitian rumput adaptif lahan marginal, didukung fasilitas pengolahan produk seperti daging olahan dan produk susu, serta infrastruktur kawasan yang dirancang untuk memastikan operasional berjalan efisien dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara agraris dengan sumber daya alam yang luas harus mampu mengoptimalkan potensi peternakan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Indonesia ini negeri agraris. Tanahnya luas, rumput tumbuh, sumber daya ada. Yang penting bagaimana kita kelola dengan baik dan kita buat nyaman para investor untuk bergerak cepat. Saya harap 100 ribu untuk pengembangan dan ditambah 100 ribu plasma, jadi 200 ribu,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).

Menurutnya, kunci percepatan terletak pada penyederhanaan regulasi dan kepastian usaha. Pemerintah berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif agar pelaku usaha dapat fokus membangun industri, memperluas populasi ternak, serta memperkuat hilirisasi produk.

“Indonesia adalah negeri agraris yang besar. Tanahnya subur, alamnya luas. Tapi kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah, akhirnya kita lambat sendiri. Padahal pelihara sapi itu sederhana. Tanam rumput, sapi minum, hidup, selesai. Yang bikin ribet kadang izinnya,” ujar Mentan Amran.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga mendorong pengembangan usaha peternakan dalam skala besar dan terintegrasi agar mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan populasi sapi nasional. Ia menilai kolaborasi pemerintah dan swasta harus diarahkan pada pembangunan kawasan produksi yang modern, efisien, serta berorientasi jangka panjang.

“Kalau investor itu nyaman, dia akan tanam lebih besar. Tapi kalau tidak nyaman, dua kali maju, dua kali mundur. Sepuluh tahun habis di izin. Ini yang harus kita benahi,” tegasnya.

Untuk memperluas manfaat ekonomi, pemerintah menyiapkan pola kemitraan inti–plasma. Skema ini memungkinkan perusahaan besar menjadi inti yang bermitra dengan peternak rakyat sebagai plasma. Dukungan pembiayaan melalui kredit usaha rakyat (KUR) sektor pertanian serta perlindungan asuransi disiapkan guna menjaga keberlanjutan usaha dan meminimalkan risiko.

“Kalau dikelola bersama, inti kuat, plasma tumbuh, maka ekonomi bergerak. Negara hadir mendukung pembiayaan dan perlindungan. Pengusaha berkembang, masyarakat ikut sejahtera,” tegasnya.

Target pengembangan diarahkan untuk meningkatkan populasi indukan produktif, memperkuat produksi daging dan susu nasional, menyerap tenaga kerja lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar.

Bupati Sukamara, Masduki, menyampaikan dukungan penuh terhadap investasi tersebut. Ia menyebut pengembangan sentra sapi terpadu sebagai peluang besar bagi daerahnya untuk mengoptimalkan lahan yang belum produktif sekaligus menciptakan lapangan kerja.

“Ini kebanggaan bagi Sukamara. Kami memiliki wilayah yang luas dan potensi besar. Dengan hadirnya sentra sapi terpadu, ekonomi daerah akan tumbuh dan masyarakat memperoleh manfaat langsung,” ujarnya.

Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha diharapkan menjadikan pengembangan investasi peternakan di Kalimantan Tengah sebagai model nasional industri sapi terpadu yang modern, inklusif, dan berdaya saing. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen Kementerian Pertanian dalam memperkuat dasar ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan.

Previous Post

Modeling Budi Daya KKP Suplai Kebutuhan Lobster untuk Imlek di Batam

Next Post

Kementan Perkuat Jaminan Mutu dan Keamanan Pakan Nasional Lewat Kolaborasi Indonesia–Denmark

Next Post
Kementan Perkuat Jaminan Mutu dan Keamanan Pakan Nasional Lewat Kolaborasi Indonesia–Denmark

Kementan Perkuat Jaminan Mutu dan Keamanan Pakan Nasional Lewat Kolaborasi Indonesia–Denmark

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .