• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kementan Perkuat Jaminan Mutu dan Keamanan Pakan Nasional Lewat Kolaborasi Indonesia–Denmark

17 Februari 2026
in Ekonomi
0
Kementan Perkuat Jaminan Mutu dan Keamanan Pakan Nasional Lewat Kolaborasi Indonesia–Denmark
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Pemerintah memperkuat sistem jaminan mutu dan keamanan pakan nasional guna melindungi peternak sekaligus meningkatkan daya saing produk peternakan Indonesia. Langkah ini dinilai penting karena kualitas pakan sangat menentukan produktivitas ternak, efisiensi biaya produksi, serta keamanan pangan asal hewan yang dihasilkan.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian melalui Direktorat Pakan dan Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan (BPMSP) melakukan penguatan kapasitas kelembagaan melalui kerja sama teknis internasional pada 2–6 Februari 2026 dengan Danish Veterinary Food Agriculture and Fishery Agency (DVFAFA), Denmark. Fokus utama kegiatan tersebut adalah memperbaiki sistem pengawasan pakan agar lebih modern, transparan, dan berbasis risiko.

Ketua Tim Delegasi Direktorat Pakan, Sapta, mengatakan pembelajaran dari dunia internasional menjadi referensi penting dalam penyempurnaan regulasi nasional. “Kami melihat bagaimana pendekatan berbasis risiko diterapkan secara konsisten, mulai dari regulasi hingga pengawasan di lapangan. Contoh baik ini akan kami adaptasi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik subsektor peternakan Indonesia,” ujar Sapta, Senin (16/2/2026).

Kementerian Pertanian menegaskan, penguatan sistem pengawasan pakan bukan sekadar agenda regulasi, melainkan upaya konkret melindungi peternak dari kerugian akibat pakan bermutu rendah atau tercemar.

Dengan sistem monitoring yang lebih ketat, peternak diharapkan memperoleh kepastian bahwa pakan yang beredar telah memenuhi standar keamanan dan mutu. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan performa ternak, penurunan angka penyakit, efisiensi konversi pakan, serta peningkatan produksi susu dan daging.

Bagi peternak sapi perah, misalnya, kualitas pakan menentukan volume dan kualitas susu yang dihasilkan. Dalam jangka panjang, sistem yang kredibel juga memperkuat posisi tawar peternak di pasar, termasuk untuk produk susu organik yang mensyaratkan jaminan mutu pakan yang ketat.

Sapta menjelaskan, Kementerian Pertanian tengah merevisi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 65 Tahun 2017 tentang Pakan, menyusun policy paper keamanan pakan, membentuk Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) Pakan, serta mengembangkan sistem monitoring mutu dan keamanan pakan nasional.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi pengawasan agar lebih terintegrasi dan akuntabel. Sistem berbasis risiko akan memprioritaskan pengawasan pada titik-titik kritis yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi peternak.

Secara paralel, penguatan kapasitas laboratorium juga dilakukan, khususnya dalam mendeteksi cemaran mikotoksin, logam berat, residu pestisida, dan antibiotik pada pakan. Kemampuan analisis yang lebih akurat dan komprehensif dinilai penting untuk mendukung penetapan batas maksimum residu (MRL) serta memastikan pakan yang beredar aman digunakan.

Di kesempatan lain, Direktur Pakan Kementerian Pertanian RI, Tri Melasari, menegaskan bahwa mutu dan keamanan pakan berperan langsung terhadap kesehatan ternak, produktivitas, serta keberlanjutan sektor peternakan nasional.

“Mutu dan keamanan pakan sangat menentukan kesehatan ternak. Jika ternaknya sehat, maka produksi susu, telur, dan daging juga optimal,” ujarnya.

Tri juga menyoroti pentingnya pemanfaatan potensi bahan pakan lokal di setiap daerah. Menurutnya, pendataan dan pemetaan bahan baku lokal perlu diperkuat untuk mendukung efisiensi biaya sekaligus memperkuat ketahanan pakan nasional.

Kementerian Pertanian menekankan bahwa negara bertanggung jawab memastikan ekosistem usaha peternakan berjalan adil. Peternak tidak boleh dirugikan akibat upaya distribusi pakan yang tidak sesuai standar.

Dengan sistem sertifikasi, inspeksi, dan pengujian yang diperkuat, pemerintah ingin menciptakan kepastian usaha. Peternak memperoleh perlindungan hukum dan jaminan mutu input produksi, sementara konsumen mendapatkan produk hewani yang aman dan berkualitas.

Melalui kolaborasi teknis ini, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya membangun sistem pengawasan pakan nasional yang selaras dengan praktik internasional, namun tetap disesuaikan dengan karakteristik peternakan Indonesia.

Bagi peternak, hasil nyata yang diharapkan bukan hanya regulasi baru, melainkan peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, dan akses pasar yang lebih luas. Pemerintah hadir sebagai penjelas kebijakan sekaligus pengawal agar standar mutu benar-benar diterapkan di lapangan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh peternak rakyat.

Previous Post

Kementan Perkuat Investasi Peternakan Terintegrasi di Kalimantan Tengah, Target 200 Ribu Sapi

Next Post

Pemerintah dan Satgas Saber Bengkulu Sidak Pasar serta Gudang Bulog, Stok Aman Jelang Puasa

Next Post
Pemerintah dan Satgas Saber Bengkulu Sidak Pasar serta Gudang Bulog, Stok Aman Jelang Puasa

Pemerintah dan Satgas Saber Bengkulu Sidak Pasar serta Gudang Bulog, Stok Aman Jelang Puasa

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .