• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kementan Perkuat Kemandirian Pakan Ayam Petelur untuk Mendukung Program MBG

6 Maret 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Kementan Perkuat Kemandirian Pakan Ayam Petelur untuk Mendukung Program MBG
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Strategi penguatan kemandirian pakan ayam petelur menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya ini tidak hanya berkaitan dengan stabilitas industri peternakan, tetapi juga berperan dalam memastikan ketersediaan protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat.

Telur sebagai salah satu sumber protein hewani yang mudah diolah dan memiliki nilai gizi tinggi dinilai strategis untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, termasuk dalam program MBG. Oleh karena itu, penguatan pakan, yang selama ini menjadi komponen biaya terbesar dalam produksi telur, dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan produksi serta mendukung kemandirian pangan nasional.

Hal tersebut menjadi salah satu topik utama dalam Webinar Pakan Series #6 yang mengangkat tema “Strategi Penguatan Kemandirian Pakan Petelur untuk Mendukung Makan Gizi Gratis”. Webinar yang digelar pada Kamis (5/3/2026) ini diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, praktisi peternakan, hingga pemangku kebijakan.

Tri Melasari menjelaskan bahwa program MBG merupakan bagian dari investasi strategis jangka panjang pemerintah untuk membangun sumber daya manusia unggul di masa depan. “Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi juga investasi untuk meningkatkan kualitas generasi bangsa, mencegah stunting, serta mengatasi gizi buruk dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa telur menjadi salah satu sumber protein hewani yang mudah diolah dan bernilai gizi tinggi sehingga produksinya harus dijaga keberlanjutannya. Menurutnya, tantangan terbesar dalam industri ayam petelur adalah ketergantungan terhadap pakan yang mencapai 60–70 persen dari total biaya produksi, termasuk bahan baku impor seperti bungkil kedelai serta bahan lokal seperti jagung.

“Karena itu, penguatan kemandirian pakan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional,” katanya.

Sementara itu, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan, Hary Suhada menjelaskan bahwa arah kebijakan strategis pembangunan peternakan dan kesehatan hewan difokuskan pada peningkatan produktivitas, kemandirian pangan hewani, serta penguatan kesehatan hewan.

“Fokus utama pemerintah mencakup pengendalian penyakit menular, pengembangan kawasan budidaya berbasis inovasi teknologi, peningkatan kualitas pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH), serta pemberdayaan peternak rakyat,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan peta jalan penyediaan telur ayam hingga 2026, di mana kebutuhan telur diproyeksikan terus meningkat seiring implementasi program MBG. Meski demikian, ketersediaan telur diperkirakan masih surplus pada 2026.

“Kementerian Pertanian juga mendorong pengembangan produksi di luar Pulau Jawa untuk mengurangi ketergantungan pasokan yang selama ini masih terpusat di Jawa,” tambahnya.

Dari sisi akademisi, Prof. Idat G. Permana, dosen Fakultas Peternakan IPB, menekankan peran penting sektor unggas dalam ketahanan pangan nasional. Menurutnya, peternakan unggas merupakan tulang punggung penyediaan protein hewani karena produknya relatif terjangkau dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa pakan merupakan komponen utama dalam produksi telur.

“Pakan adalah campuran berbagai bahan pakan yang disusun secara khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak, dan komponen ini menyumbang sekitar 60–70 persen dari total biaya produksi telur,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa kualitas dan keseimbangan nutrisi ransum sangat menentukan produktivitas ayam, kualitas telur, efisiensi konversi pakan, serta kesehatan dan daya tahan ternak.

“Pakan merupakan fondasi utama keberhasilan usaha peternakan ayam petelur rakyat,” katanya.

Sementara itu, praktisi peternakan Asep Saipul Irawan membagikan pengalaman lapangannya dalam mengelola usaha ayam petelur yang telah dirintis sejak 2010. Saat ini ia mengelola sekitar 20 ribu ekor ayam petelur. Menurutnya, biaya pakan menjadi komponen terbesar dalam usaha tersebut sehingga pengelolaan pakan harus dilakukan secara optimal.

“Kami selalu memastikan kualitas pakan terjaga, pemberian pakan dilakukan tepat waktu, dan ketersediaan air minum selalu terpenuhi. Dengan manajemen tersebut diharapkan ayam dapat bertelur dengan kualitas dan jumlah yang baik,” ungkapnya.

Ia juga menilai bahwa peningkatan efisiensi pakan menjadi kunci bagi keberlanjutan usaha peternakan, khususnya bagi peternak rakyat yang menghadapi berbagai tantangan biaya produksi.

Previous Post

Gerakan Pangan Murah Ramadan di Rejang Lebong Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pangan

Next Post

Kementan Sebut Pasokan Di Jayapura Lancar dan Harga Daging Sapi Relatif Stabil

Next Post
Kementan Sebut Pasokan Di Jayapura Lancar dan Harga Daging Sapi Relatif Stabil

Kementan Sebut Pasokan Di Jayapura Lancar dan Harga Daging Sapi Relatif Stabil

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .