• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

BPS: Harga Ayam, Telur, dan Cabai Turun, Tekan Laju Inflasi April

5 Mei 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Kendalikan Fluktuasi Harga Ayam, Kementan Dorong Asosiasi Jaga Stablitas Harga di Tingkat Peternak
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta — Di tengah inflasi April 2026 yang tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan, penurunan harga sejumlah komoditas pangan justru menjadi penahan utama laju kenaikan harga. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat memberikan andil deflasi sebesar 0,06 persen, didorong turunnya harga daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa penurunan harga komoditas pangan terjadi seiring normalisasi permintaan setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Harga beberapa komoditas pangan seperti daging ayam ras dan telur ayam ras mengalami penurunan seiring normalisasi permintaan pasca HBKN. Sementara itu, harga cabai mengalami penurunan akibat meningkatnya pasokan selama masa panen di sejumlah daerah sentra produksi,” kata Ateng dalam Rilis Berita Resmi Statistik, Senin (4/5/2026).

Penurunan harga tersebut berdampak langsung terhadap laju inflasi. BPS mencatat, daging ayam ras memberi andil deflasi bulanan, yakni sebesar 0,11 persen; cabai rawit dengan andil deflasi 0,06 persen; telur ayam ras sebesar 0,04 persen; serta cabai merah sebesar 0,02 persen. Selain itu, beberapa komoditas lain seperti ikan segar, kacang panjang, kangkung, dan bayam juga turut menyumbang deflasi masing-masing sebesar 0,01 persen.

“Komoditas yang masih memberikan andil deflasi di April 2026 yaitu daging ayam ras dengan andil delfasi 0,11 persen; cabai rawit serta telur ayam ras dengan andil deflasi masing-masing 0,06 persen dan 0,04 persen,” jelas Ateng.

Ateng menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,20 persen pada April 2026. Kondisi ini menunjukkan pola musiman pascalebaran, di mana permintaan yang mulai normal diikuti oleh ketersediaan pasokan yang lebih memadai, khususnya pada komoditas hortikultura dan protein hewani.

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi atau meredam inflasi. Umumnya lebih rendah pada momen pascalebaran seiring normalisasi permintaan pasca HBKN. Momen pascalebaran tahun ini bertepatan dengan April 2026. Kelompok ini mengalami deflasi 0,20 persen dengn andil deflasi 0,06 persen, terutama daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, cabai merah,” ungkapnya.


Sementara itu, secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 2,42 persen, dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menyumbang inflasi sebesar 3,06 persen dan andil 0,90 persen. Meski demikian, pada periode bulanan April, kelompok ini justru berperan sebagai penahan laju inflasi.

Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi tahunan, antara lain cabai merah sebesar 0,13 persen; bawang putih sebesar 0,09 persen; bawang merah sebesar 0,07 persen; cabai rawit dan kentang masing-masing sebesar 0,02 persen; kelapa, daging babi, dan wortel masing-masing sebesar 0,01 persen.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa stabilitas pasokan dan distribusi pangan pada periode pascalebaran relatif terjaga, sehingga mampu meredam tekanan inflasi yang lebih tinggi di tengah meningkatnya harga pada kelompok pengeluaran lainnya.

Secara terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa kondisi ini menunjukkan pasokan pangan relatif terjaga pada periode pascalebaran. Upaya menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi terus diperkuat, terutama untuk komoditas strategis seperti ayam ras, telur, dan cabai yang berperan langsung terhadap stabilitas harga.

Kementerian Pertanian menegaskan akan terus memantau dinamika produksi dan distribusi di berbagai daerah sentra, guna memastikan pasokan tetap mencukupi dan mampu meredam gejolak harga, khususnya pada momen-momen dengan potensi tekanan inflasi.

Previous Post

Hilirisasi Ayam Digenjot, Bima Berpotensi Jadi Pusat Produksi Unggas untuk Kawasan Timur

Next Post

Kunjungan Kerja DPR RI Ke Gudang Bulog Untuk Memastikan Ketersediaan Stok Beras Nasional Aman

Next Post
Kunjungan Kerja DPR RI Ke Gudang Bulog Untuk Memastikan Ketersediaan Stok Beras Nasional Aman

Kunjungan Kerja DPR RI Ke Gudang Bulog Untuk Memastikan Ketersediaan Stok Beras Nasional Aman

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .