• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Komisi IV DPR Apresiasi Produktivitas Modeling Budi Daya Lobster KKP di Kepri

28 Juli 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Komisi IV DPR Apresiasi Produktivitas Modeling Budi Daya Lobster KKP di Kepri
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Modeling Budi Daya Lobster yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Batam, Kepulauan Riau, menunjukkan produktivitas yang menjanjikan dan diproyeksikan panen kembali pada September mendatang. Komisi IV DPR RI pun memberikan pujian karena percontohan budidaya lobster modern ini juga berhasil menghidupkan usaha kerang-kerangan sebagai pakan lobster yang dikelola masyarakat.

Saat berkunjung ke lokasi Modeling Budi Daya Lobster di Balai Perikanan Budi Daya Laut (BPBL) Batam pada Kamis (23/7), sejumlah anggota Komisi IV DPR RI meninjau langsung fasilitas-fasilitas yang tersedia, dari mulai lokasi pendederan hingga Keramba Jaring Apung berisi lobster-lobster yang dibesarkan sejak Oktober tahun lalu. Jumlah KJA terdiri 116 unit ukuran L dan 56 unit ukuran M yang seluruhnya terisi lobster. Untuk KJA ukuran L, lobster rata-rata berbobot 150–200 gram per ekor.

Anggota Komisi IV DPR RI, Dadang M. Naser mengapresiasi KKP karena berhasil membuktikan bahwa budidaya lobster dapat dilakukan sejak dari benih bening lobster (BBL), dengan dukungan teknologi dan pengelolaan yang baik. Budidaya dari fase tersebut selama ini sulit dilakukan diantaranya lantaran kecilnya tingkat hidup BBL dan keterbatasan pakan.

“Hal yang juga harus terus diperkuat adalah ketersediaan pakan. Di sini sudah ada kerja sama dengan masyarakat melalui budi daya kerang sebagai sumber pakan lobster,” ujar Dadang M. Naser dalam siaran resmi KKP di Jakarta, Minggu (26/7/2026).

Dadang mendorong perluasan budi daya lobster agar potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia dapat menghasilkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Selain itu, kolaborasi antara KKP, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha juga perlu diperkuat untuk mendukung pengembangan industri budi daya lobster yang berkelanjutan.

Senada disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI, Melati. Dia menilai budi daya lobster memiliki potensi ekonomi cukup besar sebagai komoditas ekspor hasil kelautan perikanan. Keberhasilan budi daya di Batam memperlihatkan proses peningkatan nilai tambah BBL, mulai dari benih yang ditangkap nelayan, dipelihara dan diberi pakan, hingga mencapai ukuran konsumsi yang harganya mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah per kilogramnya.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu, mengatakan modeling budi daya lobster di Batam memang dirancang sebagai percontohan penerapan teknologi budi daya lobster yang dapat direplikasi di berbagai daerah potensial. Kepulauan Riau dipilih sebagai lokasi modeling karena memiliki daya dukung lingkungan yang baik, dekat dengan pasar, serta didukung ketersediaan pakan melalui pengembangan budi daya kekerangan yang melibatkan masyarakat pesisir.

Modeling budi daya lobster BPBL Batam dikelola di kawasan seluas tiga hektare dan dilengkapi dengan unit nursery serta fasilitas penyimpanan dingin atau cold room. Teknologi pendederan yang diterapkan mampu menghasilkan benih lobster berukuran lima gram untuk memasuki tahap pembesaran. Produktivitasnya ditargetkan mencapai 40 kilogram per lubang KJA berukuran 3 x 3 meter.

“Kita ingin potensi BBL tidak berhenti sebagai benih, tetapi dibesarkan menjadi lobster bernilai ekonomi tinggi di dalam negeri. Dengan dukungan regulasi, teknologi, pakan, sumber daya manusia, dan pasar, budi daya lobster dapat menjadi penggerak ekonomi pesisir sekaligus memperkuat produksi perikanan nasional,” tegas Tebe.

Tebe menegaskan bahwa pengembangan budi daya lobster merupakan bagian dari strategi ekonomi biru yang diarahkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Strategi tersebut mengintegrasikan keberlanjutan ekologi, peningkatan produksi, inovasi teknologi, dan penciptaan nilai tambah ekonomi.

Selain lobster, BPBL Batam juga mengembangkan komoditas bawal bintang dan kakap putih yang telah berkontribusi terhadap pengembangan budi daya laut di Kepulauan Riau, salah satunya melalui penyaluran bantuan benih kepada kelompok pembudidaya. Hasil produksi ketiga komoditas tersebut telah terserap pasar Kota Batam, termasuk untuk memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat pada momentum tertentu, seperti perayaan Imlek.

Produk budi daya BPBL Batam diminati karena memiliki daging yang tebal dan berkualitas premium. Kualitas produk dijaga melalui penerapan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) pada tahap pembenihan serta Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB) pada proses pemeliharaan dan pembesaran.

Previous Post

Komisi III DPR Terus Bahas RUU Perampasan Aset Selama Reses

Next Post

Menteri KP: Rehabilitasi Mangrove Topang Produktivitas Perikanan & Ketahanan Pangan

Next Post
Menteri KP: Rehabilitasi Mangrove Topang Produktivitas Perikanan & Ketahanan Pangan

Menteri KP: Rehabilitasi Mangrove Topang Produktivitas Perikanan & Ketahanan Pangan

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .