• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

BPDP Dukung Pelatihan Budidaya Pekebun Sawit Bengkalis Riau, Tingkatkan Produktivitas

29 Juli 2026
in Ekonomi
0
BPDP Dukung Pelatihan Budidaya Pekebun Sawit Bengkalis Riau, Tingkatkan Produktivitas
Share on FacebookShare on Twitter

PEKANBARU — Di tengah posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, produktivitas kebun rakyat masih menjadi tantangan utama. Luas areal perkebunan yang mencapai jutaan hektare belum sepenuhnya diikuti hasil panen yang mampu menyamai perkebunan perusahaan. Di Riau, provinsi dengan areal sawit terluas di Indonesia, kesenjangan produktivitas itu masih menjadi pekerjaan rumah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan PT Sumberdaya Indonesia Berjaya (PT SIB) menggelar Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Angkatan IV Tahun 2026. Sebanyak 31 pekebun asal Kabupaten Bengkalis mengikuti pelatihan selama sepekan sebagai bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit.

Pelatihan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah meningkatkan produksi nasional melalui optimalisasi kebun yang sudah ada. Dengan semakin terbatasnya peluang membuka lahan baru, peningkatan produktivitas menjadi pilihan paling realistis untuk menjaga daya saing industri sawit Indonesia.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, mengatakan tantangan sektor sawit kini bukan lagi memperluas areal, melainkan memperbaiki cara mengelola kebun. Menurut dia, produktivitas perkebunan perusahaan telah mencapai lebih dari 24 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun, sedangkan sebagian besar kebun rakyat masih berada pada kisaran 12–18 ton per hektare.

“Image yang selalu melekat adalah produktivitas kebun swadaya selalu lebih rendah dibandingkan perusahaan. Inilah yang harus kita ubah,” ujarnya.

Menurut Supriadi, kesejahteraan pekebun tidak cukup bergantung pada tingginya harga sawit. Tanpa produktivitas yang baik, kenaikan harga hanya memberikan manfaat terbatas. Karena itu, pemerintah melalui BPDP telah menyiapkan berbagai program pendukung, mulai dari Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), bantuan sarana dan prasarana, pelatihan, hingga penguatan kelembagaan pekebun.

Namun, ia menegaskan seluruh dukungan tersebut akan sia-sia apabila tidak diikuti perubahan pola budidaya di tingkat petani.

“Yang menjadi tantangan sekarang adalah bagaimana meningkatkan produktivitas. Karena itulah Bapak-Ibu hadir di sini,” katanya.

Ia mengingatkan keberhasilan pelatihan baru dapat diukur ketika peserta menerapkan ilmu yang diperoleh setelah kembali ke kebun masing-masing. Selama ini masih banyak kebun rakyat yang minim pemeliharaan. Pemupukan, pengendalian gulma, pengawasan kesehatan tanaman, hingga pemanenan sesuai standar sering kali belum dilakukan secara konsisten.

Padahal, produktivitas sangat ditentukan oleh penerapan Good Agricultural Practices (GAP), mulai dari penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, pemeliharaan tanaman, hingga panen pada tingkat kematangan yang tepat.

“Kalau pulang dari sini tidak mengubah cara budidaya, yang kita dapat hanya cerita pernah menginap di hotel. Yang harus dibawa pulang adalah perubahan cara mengelola kebun,” ujarnya, disambut tawa peserta.

Supriadi juga membagikan pengalamannya sebagai pekebun. Menurut dia, produktivitas tinggi bukan hal yang mustahil dicapai apabila seluruh tahapan budidaya dijalankan secara disiplin.

“Boleh tidak kita bercita-cita petani sawit lebih sejahtera? Tentu boleh. Kuncinya ada pada cara kita mengelola kebun,” katanya.

Ia menambahkan peluang peningkatan pendapatan pekebun masih terbuka lebar seiring meningkatnya kebutuhan minyak sawit dalam negeri, terutama untuk mendukung program biodiesel. Namun, peluang tersebut hanya bisa dimanfaatkan apabila produksi kebun rakyat ikut meningkat.

Selain aspek teknis, Supriadi menilai penguatan kelembagaan petani juga menjadi faktor penting. Selama ini sebagian besar pekebun hanya menjual TBS ke pabrik kelapa sawit sehingga memiliki posisi tawar yang terbatas. Ke depan, kelompok tani diharapkan berkembang menjadi kelembagaan ekonomi yang lebih kuat dan mampu menciptakan nilai tambah.

Menurutnya, masa depan industri sawit tidak lagi hanya ditentukan oleh luas areal atau besarnya ekspor. Daya saing akan semakin bergantung pada kemampuan pekebun mengelola kebun secara produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Pelatihan di Pekanbaru menjadi bagian dari upaya mempercepat perubahan tersebut. Pemerintah berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai materi di ruang kelas, tetapi diterapkan secara nyata di kebun masing-masing. Dengan penerapan budidaya yang lebih baik, produktivitas kebun rakyat diharapkan terus meningkat, kesejahteraan pekebun membaik, dan posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia semakin kokoh.

Previous Post

Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Transportasi Berbasis Digital

Next Post

Tingkatkan SDM Pekebun Sawit, BPDP Dukung Pelatihan Budidaya Pekebun Sawit Bengkalis Riau

Next Post
Tingkatkan SDM Pekebun Sawit, BPDP Dukung Pelatihan Budidaya Pekebun Sawit Bengkalis Riau

Tingkatkan SDM Pekebun Sawit, BPDP Dukung Pelatihan Budidaya Pekebun Sawit Bengkalis Riau

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .