• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kementan Dorong Industri Hewan Kesayangan Nasional Tumbuh dan Berdaya Saing

4 September 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Kementan Dorong Industri Hewan Kesayangan Nasional Tumbuh dan Berdaya Saing
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Tangerang – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong industri hewan kesayangan (pet) nasional terus tumbuh dan memberi nilai tambah bagi perekonomian, dengan tetap menempatkan kesehatan, kesejahteraan hewan, keamanan produk, serta kepemilikan hewan secara bertanggung jawab sebagai fondasi.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan Agung Suganda mengatakan, industri hewan kesayangan di Indonesia kini berkembang menjadi ekosistem yang luas. Tidak hanya mencakup hewan peliharaan, tetapi juga pakan dan nutrisi, pelayanan veteriner, obat hewan, perawatan, hingga teknologi.

Hal itu disampaikan Agung saat membuka Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Kabupaten Tangerang, Jumat (4/9/2026).

“Kita ingin membangun ekosistem pet Indonesia yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga berlandaskan ilmu pengetahuan, teknologi, etika, dan kepedulian terhadap kesejahteraan hewan,” ujar Agung.

Menurut dia, pertumbuhan industri pet menunjukkan semakin besarnya peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha nasional. Karena itu, Kementan ingin pertumbuhan pasar tersebut juga mendorong berkembangnya produk dalam negeri.

“Industri makanan hewan kesayangan lokal harus kita dorong. Kita harus mengembangkan produk dalam negeri agar pertumbuhan pasar juga memberikan nilai tambah bagi industri nasional,” tegasnya.

Agung mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya dan kemampuan industri yang dapat terus dikembangkan. Salah satunya terlihat dari produk obat hewan nasional yang telah mampu memasuki pasar internasional.

“Untuk obat hewan, saya yakin kita sudah banyak memiliki produk lokal. Bahkan ekspor obat hewan kita sudah mendunia, terakhir sudah sampai ke Rusia. Ini merupakan prestasi yang luar biasa dan harus terus kita kembangkan,” ungkapnya.

Di tengah besarnya peluang ekonomi tersebut, Agung menegaskan bahwa pertumbuhan industri tidak boleh melepaskan aspek kesehatan dan kesejahteraan hewan.

Menurut dia, memelihara hewan berarti menerima tanggung jawab terhadap kesehatan dan kualitas hidup hewan tersebut.

“Kalau kita memelihara hewan kesayangan, tentu tidak cukup hanya diberi makan dan minum. Kesehatan dan kesejahteraan hewan juga harus dijamin,” ujar Agung.

Kementan telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Hewan. Pemerintah, kata Agung, juga tetap membuka ruang terhadap masukan masyarakat, organisasi profesi, maupun komunitas pencinta hewan.

“Masukan dari komunitas dan para pemerhati hewan terus kami terima dan tentu akan kami tindak lanjuti, termasuk dalam penguatan aturan-aturan turunannya,” katanya.

Memasuki satu dekade penyelenggaraan, Agung melihat IIPE bukan hanya sebagai ruang promosi produk, tetapi juga tempat bertemunya berbagai pemangku kepentingan untuk membangun jejaring, inovasi, dan kerja sama.

“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi, memperluas jejaring internasional, dan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, industri, dan pembangunan nasional,” lanjutnya.

Peluang ekonomi dari berkembangnya industri hewan kesayangan juga mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mengatakan IIPE mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, asosiasi, komunitas, investor, serta masyarakat dalam satu ekosistem.

“Indonesia International Pet Expo bukan sekadar sebuah pameran. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bertemunya pelaku usaha, asosiasi, akademisi, pemerintah, komunitas, serta masyarakat pencinta hewan untuk membangun jejaring, bertukar pengetahuan, memperkenalkan inovasi, sekaligus membuka peluang kerja sama dan investasi,” ujar Intan.

Menurut Intan, industri hewan kesayangan memiliki rantai ekonomi yang luas, mulai dari produk pangan, kesehatan hewan, jasa perawatan, perlengkapan, teknologi, hingga industri kreatif dan UMKM.

“Kami berharap kehadiran IIPE 2026 dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, khususnya melalui peningkatan investasi, promosi produk lokal, pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta terbukanya jejaring bisnis yang lebih luas,” katanya.

Dari sisi industri, CEO PT Temali Indonesia Didit Siswodwiatmoko menilai satu dekade pertama IIPE merupakan fondasi untuk membawa industri hewan kesayangan Indonesia memasuki tahap pertumbuhan berikutnya.

“Sepuluh tahun pertama IIPE adalah tentang membangun fondasi. Sepuluh tahun berikutnya harus menjadi perjalanan untuk membangun masa depan industri hewan kesayangan Indonesia yang semakin profesional, inovatif, bertanggung jawab, dan memiliki daya saing internasional,” kata Didit.

Mengusung semangat “Unleash the Energy”, IIPE 2026 menghadirkan 295 exhibitor lokal dan internasional. Menurut Didit, IIPE dibangun untuk membuka hubungan antara industri nasional dengan ekosistem pet global.

“IIPE bukan hanya tentang produk dan bisnis. IIPE adalah tentang mempertemukan ide dan kesempatan, bisnis dengan bisnis, komunitas dengan komunitas, serta Indonesia dengan industri pet global,” ujarnya.

Dimensi internasional IIPE turut mendapat perhatian Manager Shenzhen Pet Fair, Steven Song.

Steven menilai IIPE telah berkembang menjadi platform penting bagi pertukaran pengetahuan, perdagangan, dan kerja sama industri pet.

“IIPE telah berkembang menjadi pameran industri pet yang profesional dan berpengaruh di Indonesia. Lebih dari sebuah pameran, IIPE merupakan platform penting untuk pertukaran dan kerja sama industri di kawasan,” ujar Steven.

Menurut dia, keterhubungan antarpelaku industri lintas negara akan semakin penting untuk membuka akses pasar, mempertemukan mitra bisnis, serta mempercepat pertukaran inovasi.

“Kami percaya IIPE akan membawa energi dan peluang baru bagi perkembangan industri pet di kawasan. Melalui kerja sama, kita dapat menghubungkan berbagai pasar dan menciptakan peluang baru bagi industri pet global,” katanya.

Steven juga mengundang pelaku industri Indonesia untuk memperluas jejaring melalui China Shenzhen International Pet Supplies Exhibition yang dijadwalkan berlangsung pada 25–28 Februari 2027 di Shenzhen.

Bagi Kementan, semakin luasnya jejaring tersebut menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan untuk mendorong produk nasional, meningkatkan kualitas industri, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai industri hewan kesayangan regional dan global.

Previous Post

Mutu Terjamin, Ikan Tuna dari Sulawesi Tengah Tangguh di Pasar Ekspor

Next Post

Kementan Tindaklanjuti RPHU Belum Berizin Lengkap di Blitar, Pastikan Pasokan SPPG Penuhi Standar

Next Post
Kementan Kawal Harga Ayam, Peternak Rakyat Jadi Prioritas

Kementan Tindaklanjuti RPHU Belum Berizin Lengkap di Blitar, Pastikan Pasokan SPPG Penuhi Standar

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .