• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kementan Ajak Alumni Peternakan Jadi Penggerak Hilirisasi dan Kesejahteraan Peternak

5 September 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Kementan Ajak Alumni Peternakan Jadi Penggerak Hilirisasi dan Kesejahteraan Peternak
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi untuk mempercepat hilirisasi peternakan nasional. Sinergi tersebut diperlukan agar riset dan inovasi dapat diterapkan menjadi teknologi, produk bernilai tambah, lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan peternak.

Ajakan itu disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan, Agung Suganda, dalam Seminar Nasional bertema “Bakti Alumni Fakultas Peternakan Unsoed untuk Sukseskan Program Hilirisasi”, pada rangkaian Musyawarah Nasional VI Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Kafapet Unsoed) di Purwokerto, Sabtu (5/9/2026).

Agung mengatakan, pembangunan peternakan merupakan bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ketahanan pangan, menurutnya, tidak hanya menyangkut karbohidrat, tetapi juga kecukupan protein hewani dari daging, susu, dan telur.

“Daging, susu, dan telur berperan penting dalam pemenuhan gizi dan pembangunan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas. Karena itu, pembangunan peternakan memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional,” ujar Agung.

Untuk memperkuat kontribusi tersebut, Kementan terus mendorong peningkatan produksi dan daya saing peternakan melalui penguatan pembibitan, reproduksi, pakan, kesehatan hewan, investasi, dan kemitraan dengan peternak rakyat.

Agung menekankan bahwa hilirisasi tidak boleh dimaknai sebatas membangun fasilitas pengolahan. Hilirisasi harus membentuk ekosistem yang menghubungkan produksi, teknologi, pengolahan, distribusi, dan pasar.

“Hilirisasi harus memberikan manfaat nyata. Produksi harus semakin efisien, pasar semakin luas, dan nilai tambah yang dihasilkan harus dapat dirasakan oleh peternak,” tegasnya.

Pemerataan kapasitas produksi juga menjadi perhatian pemerintah. Pengembangan industri peternakan di berbagai wilayah diperlukan untuk mendekatkan sentra produksi kepada konsumen, meningkatkan efisiensi distribusi, memperkuat ketersediaan protein hewani antardaerah, dan membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Dalam upaya tersebut, perguruan tinggi memiliki posisi penting sebagai penghasil sumber daya manusia, riset, dan inovasi. Agung mendorong agar penelitian tidak berhenti sebagai laporan akademik, tetapi diterjemahkan menjadi teknologi dan model usaha yang mampu menjawab kebutuhan peternak dan industri.

Semangat tersebut sejalan dengan pandangan Plt. Rektor Unsoed, Prof. Ali Rokhman. Ia menilai hilirisasi membutuhkan hubungan yang semakin kuat antara pendidikan tinggi dan dunia industri, dengan alumni sebagai salah satu penggeraknya.

“Harus ada link and match antara dunia pendidikan tinggi dan dunia industri. Alumni memiliki jejaring dan pengalaman yang dapat menjadi jembatan antara kampus, pemerintah, industri, dan masyarakat,” ujar Prof. Ali.

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi kini dituntut tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Munas VI Kafapet Unsoed diharapkan menjadi momentum untuk menyatukan ilmu, pengalaman, jejaring, inovasi, dan semangat pengabdian.

“Mari kita jadikan alumni sebagai energi kolaborasi dan hilirisasi sebagai jalan menuju kemandirian serta ketahanan pangan bangsa,” katanya.

Dekan Fakultas Peternakan Unsoed, Novie Andri Setianto, menyampaikan bahwa hubungan alumni dengan kampus tidak berakhir setelah kelulusan. Alumni tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Bagi kami, alumni bukan sekadar mahasiswa yang telah lulus, tetapi mahasiswa yang telah menyelesaikan studi tanpa benar-benar meninggalkan kampus. Sejauh apa pun melangkah, kampus Fakultas Peternakan selalu menjadi tempat untuk kembali,” ujar Novie.

Menurutnya, seminar nasional dan Munas VI Kafapet Unsoed tidak hanya menjadi ruang konsolidasi organisasi, tetapi juga sarana untuk merawat kebersamaan dan memperkuat kontribusi alumni bagi almamater serta pembangunan peternakan Indonesia.

Ketua Umum Kafapet Unsoed, Teguh Sudaryatno, mengatakan subsektor peternakan dituntut semakin adaptif, efisien, dan inovatif dalam menghadapi perubahan serta tantangan global. Karena itu, alumni yang berkiprah di pemerintahan, dunia usaha, pendidikan, dan penelitian perlu memperkuat sinergi dengan kampus dan masyarakat.

“Seminar nasional ini bukan sekadar forum akademik, tetapi wadah strategis bagi akademisi, praktisi, dan alumni untuk merumuskan solusi nyata bagi kemajuan peternakan nasional,” ujar Teguh.

Ia berharap forum tersebut dapat melahirkan gagasan baru, riset aplikatif, dan rekomendasi kebijakan yang relevan dengan kebutuhan peternak serta mendukung penguatan pangan nasional.

Dirjen Agung menambahkan, salah satu kontribusi penting alumni adalah mendampingi peternak rakyat agar tidak hanya kuat dalam budidaya, tetapi juga mampu mengelola usaha, mengembangkan produk, dan memperluas akses pasar.

“Banyak peternak kita yang sudah sangat kuat dalam budidaya. Tantangannya adalah mendampingi mereka agar naik kelas menjadi pelaku usaha yang mampu mengelola produksi, mengakses pasar, dan memperoleh nilai tambah yang lebih baik,” jelas Agung.

Jejaring alumni yang tersebar di pemerintahan, perguruan tinggi, BUMN, perusahaan swasta, dan berbagai bidang usaha dapat menjadi penghubung antara kebutuhan peternak, hasil penelitian, teknologi, investasi, dan pasar.

Munas VI Kafapet Unsoed juga menjadi bagian dari semangat Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 tahun 2026. Kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, alumni, peternak, dan dunia usaha diharapkan mampu mendorong hilirisasi yang meningkatkan daya saing sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi peternak.

Previous Post

Kementan Tindaklanjuti RPHU Belum Berizin Lengkap di Blitar, Pastikan Pasokan SPPG Penuhi Standar

Next Post

Bulog Gelontorkan Beras ke Pasar dan Ritel, Jaga Harga Sesuai HET

Next Post
Bulog Gelontorkan Beras ke Pasar dan Ritel, Jaga Harga Sesuai HET

Bulog Gelontorkan Beras ke Pasar dan Ritel, Jaga Harga Sesuai HET

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .