• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Cetak Biru Pengelolaan Laut Indonesia, Kawasan Konservasi Ditargetkan Capai 30 Persen pada 2045

17 September 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Cetak Biru Pengelolaan Laut Indonesia, Kawasan Konservasi Ditargetkan Capai 30 Persen pada 2045
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memaparkan cetak biru pengelolaan laut Indonesia berbasis Ekonomi Biru (Blue Economy) di hadapan para pemimpin global, investor, ilmuwan, dan organisasi filantropi pada forum internasional AT ONE Impact Week 2026 di Singapura belum lama ini.

Melalui pendekatan yang mengintegrasikan konservasi, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat pesisir, Menteri Trenggono menegaskan arah baru pembangunan kelautan Indonesia yang menempatkan kesehatan laut sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Dalam sesi _Ocean Ecosystem_, Menteri Trenggono menjelaskan bahwa ekonomi biru bukan sekadar program sektoral, melainkan arsitektur besar pengelolaan laut Indonesia yang dirancang untuk menjawab tantangan krisis iklim, penurunan biodiversitas, serta kebutuhan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Indonesia memajukan agenda Ekonomi Biru melalui lima prioritas utama. Pertama, memperluas kawasan konservasi laut hingga mencakup 30 persen dari wilayah perairan kami pada tahun 2045. Kedua, menerapkan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota untuk memastikan keberlanjutan dan keadilan,” ujar Menteri Trenggono, Rabu (16/9/2026).

Di bawah kepemimpinan Menteri Trenggono, KKP mengimplementasikan lima kebijakan Ekonomi Biru yang menjadi fondasi transformasi sektor kelautan dan perikanan nasional. Selain perluasan kawasan konservasi dan penangkapan ikan terukur, kebijakan tersebut mencakup pengembangan budi daya perikanan berkelanjutan (_sustainable aquaculture_), penguatan pengelolaan ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengurangan sampah plastik di laut.

Melalui kebijakan tersebut, Menteri Trenggono mendorong perubahan paradigma dari eksploitasi sumber daya menuju pengelolaan laut yang menjaga keseimbangan antara kepentingan ekologi dan ekonomi.

“Pendekatan kami didasarkan pada prinsip sederhana, perlindungan laut dan pertumbuhan ekonomi tidak boleh dilihat sebagai tujuan yang saling bersaing. Keduanya harus maju bersama. Tujuan kami tidak hanya untuk mengonservasi ekosistem, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung padanya,” tegasnya.

Dalam forum yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan internasional tersebut, Menteri Trenggono juga mengajak dunia untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat dalam menjaga keberlanjutan laut. Menurutnya, tantangan kelautan yang dihadapi dunia saat ini membutuhkan pendekatan lintas negara, lintas sektor, dan berbasis aksi nyata.

“Melindungi laut membutuhkan gotong royong global. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, begitu pula dunia usaha, ilmuwan, dan lembaga filantropi. Ketika seluruh pihak bersatu, komitmen dapat diwujudkan menjadi aksi dan dampak yang nyata,” ujarnya.

Melalui forum internasional tersebut, Menteri Trenggono menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu penggerak utama agenda Ekonomi Biru dunia. Dengan target 30 persen kawasan konservasi laut pada 2045 serta implementasi lima kebijakan prioritas Ekonomi Biru, Indonesia terus membangun model pengelolaan laut yang menempatkan konservasi sebagai investasi strategis bagi ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan generasi mendatang.

Selain mempromosikan cetak biru Ekonomi Biru Indonesia di forum internasional, Menteri Trenggono turut melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan Chairman TPC (Tsao Pao Chee), Frederick Chavalit Tsao, Founder NO.17 Foundation, Tai Sook Yee, serta Head of Group Corporate Partnerships TPC, Alice Ong. Pertemuan tersebut menjadi langkah konkret untuk memperluas kolaborasi global dalam mendukung agenda Ekonomi Biru Indonesia, khususnya pada bidang blue carbon, ocean stewardship, dan pembangunan ekonomi pesisir berkelanjutan.

Melalui dialog tersebut, dibahas berbagai peluang kerja sama yang menghubungkan potensi sumber daya pesisir Indonesia dengan dukungan investasi, pembiayaan inovatif, kemitraan strategis, serta pengembangan proyek berdampak yang memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.

Previous Post

Kementan Dorong Transformasi Peternakan Nasional, ILDEX 2026 Perkuat Teknologi dan Investasi

Next Post

KKP Pastikan Enam Program Prioritas Dapat Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Next Post
KKP Pastikan Enam Program Prioritas Dapat Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

KKP Pastikan Enam Program Prioritas Dapat Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .