• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kementan Dorong Transformasi Peternakan Nasional, ILDEX 2026 Perkuat Teknologi dan Investasi

17 September 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Kementan Dorong Transformasi Peternakan Nasional, ILDEX 2026 Perkuat Teknologi dan Investasi
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong transformasi subsektor peternakan nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri, pemanfaatan teknologi, penguatan investasi, dan hilirisasi. Langkah tersebut diperlukan agar pembangunan peternakan tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga menghasilkan nilai tambah dan manfaat yang lebih besar bagi peternak serta masyarakat.

Arah tersebut mengemuka dalam penyelenggaraan ILDEX Indonesia 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (16/9/2026), yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 Tahun 2026 dengan tema “Swasembada Protein Hewani untuk Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Momentum 190 tahun peternakan dan kesehatan hewan menjadi pijakan untuk melihat pembangunan subsektor ini ke depan. Setelah membangun fondasi produksi dalam negeri, Indonesia perlu memperkuat produktivitas, teknologi, investasi, hilirisasi, dan akses pasar agar peternakan nasional semakin mandiri, modern, dan berdaya saing.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan yang diwakili oleh Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Makmun, mengatakan bahwa capaian produksi peternakan nasional menjadi fondasi penting untuk melangkah ke tahap berikutnya.

Makmun menyebut keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan strategis, termasuk daging ayam dan telur ayam, sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan kesejahteraan peternak.

“Swasembada bukan garis akhir, tetapi titik awal untuk naik kelas. Kita harus terus meningkatkan produksi, produktivitas, investasi, hilirisasi, dan membuka peluang pasar yang lebih luas agar manfaat pembangunan peternakan semakin dirasakan peternak dan masyarakat,” ujar Makmun dalam sambutannya.

Menurut dia, pembangunan peternakan ke depan tidak cukup hanya berorientasi pada produksi. Ekosistem usaha perlu dibangun secara terintegrasi sehingga peternak, industri, teknologi, dan pasar dapat tumbuh bersama.

“Peternakan bukan hanya tentang produksi, tetapi bagaimana menciptakan ekosistem yang membuat peternak semakin kuat, industri berkembang, dan masyarakat mendapatkan akses protein hewani berkualitas,” tambahnya.

Dalam konteks tersebut, ILDEX Indonesia 2026 menjadi ruang strategis untuk mempertemukan kebutuhan peternakan nasional dengan perkembangan teknologi dan inovasi dari berbagai negara. Teknologi produksi, kesehatan hewan, pakan, manajemen usaha, hingga pengolahan hasil peternakan menjadi bagian dari perkembangan yang dapat dipelajari dan dikembangkan sesuai kebutuhan di dalam negeri.

ILDEX Indonesia 2026 menghadirkan 192 perusahaan dari 22 negara, terdiri atas 83 perusahaan Indonesia dan 109 perusahaan internasional. Kehadiran pelaku industri tersebut membuka ruang untuk memperluas jejaring usaha, pertukaran pengetahuan, transfer teknologi, dan penjajakan investasi di sektor peternakan.

Penguatan ekosistem peternakan juga membutuhkan dukungan daerah. Pemerintah Provinsi Banten melihat posisi strategis wilayahnya sebagai salah satu daerah yang memiliki dukungan kawasan industri, infrastruktur transportasi, pelabuhan, serta kedekatan dengan pusat konsumsi.

Keunggulan tersebut membuka peluang bagi Banten untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai produksi, pengolahan, dan distribusi pangan nasional.

“Banten tidak ingin hanya menjadi pasar, tetapi menjadi bagian dari rantai produksi dan investasi pangan nasional,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten sekaligus Plt. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten.

Perspektif daerah tersebut menunjukkan bahwa transformasi peternakan tidak hanya berlangsung di tingkat nasional, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah dalam menyediakan ekosistem yang mendukung produksi dan investasi.

Dari sisi internasional, Direktur VNU Exhibition Asia Pacific, Duangdej Yuaikwarmdee, menilai kolaborasi lintas negara dan lintas sektor menjadi salah satu kunci agar inovasi dapat memberikan dampak nyata bagi peternakan.

Menurutnya, teknologi yang diperkenalkan melalui ILDEX perlu memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan di lapangan, mulai dari peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha hingga kesehatan hewan dan keberlanjutan industri.

“Ketika peternak, pelaku usaha, dan penyedia teknologi bertemu, inovasi dapat bergerak dari ruang pamer menuju peternakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Permata Kreasi Media, Fitri Nursanti, mengatakan ILDEX Indonesia 2026 memiliki arti penting karena menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 tahun 2026.

“ILDEX bukan hanya tempat melihat teknologi, tetapi ruang untuk membangun koneksi dan kolaborasi. Di sini pemerintah, peternak, industri, akademisi, dan dunia internasional bertemu untuk mencari solusi bagi masa depan peternakan,” ujarnya.

Pada akhirnya, transformasi peternakan nasional membutuhkan keterhubungan antara produksi, teknologi, investasi, hilirisasi, dan pasar. Keterhubungan tersebut menjadi bagian penting untuk memperkuat daya saing industri sekaligus memastikan peternak menjadi bagian utama dari pertumbuhan ekosistem peternakan nasional.

Dengan fondasi produksi yang semakin kuat dan kolaborasi lintas sektor yang terus diperluas, pembangunan peternakan diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat, tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah ekonomi dan memperkuat kesejahteraan peternak Indonesia.

Previous Post

Kementan Dorong Perluasan Pasar Peternakan melalui ILDEX 2026

Next Post

Cetak Biru Pengelolaan Laut Indonesia, Kawasan Konservasi Ditargetkan Capai 30 Persen pada 2045

Next Post
Cetak Biru Pengelolaan Laut Indonesia, Kawasan Konservasi Ditargetkan Capai 30 Persen pada 2045

Cetak Biru Pengelolaan Laut Indonesia, Kawasan Konservasi Ditargetkan Capai 30 Persen pada 2045

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .